Komplikasi Gastritis yang perlu diwapadai

Radang lambung atau yang sering disebut dengan Gastritis merupakan penyakit yang bisa timbulkan gejala maag, contohnya seperti perut kembung,muntah, mual, dan mulas. Gejala tersebut memang dapat hambatkan aktivitas yang biasa lakukan setiap harinya, namun kalian bisa redakan dengan konsumsi obatan yang diresepkan oleh dokter. Jika tidak, gejala akain bisa menjadi lebih parah serta gastritis dapat timbulkan komplikasi. Apa saja komplikasi yang disebabkan oleh gartritis bila kalian obati?

Gejala dari maag yang muncul secara terus menerus dapat menjadi salah satu tanda gastritis. Penyakit tersebut dapat disebabkan dari berbagai macam hal seperti minum alkohol yang berlebihan, penggunaan obat NSAID dengan jangka yang panjang, dan infeksi bakteri.

Semua hal itu bisa mengikis lapisan pada lambung serta dengan terus menerus bisa sebabkan peradangan. Sama dengan bakteri h pylori yang dapat lukai lapisan pada bagian lambung disebabkan jumlah yang sudah terlalu banyak. Gejala dari gastritis hampir sama dengan gejala dari maag yang biasa sebab naiknya asam lambung yang sering di anggap remeh. Sebenarnya gastritis yang telah semakin buruk bisa sebabkan komplikasi seperti:

1. komplikasi gastritis atrofi (Kanker Perut)

Seperti dari situs American Cancer Society menyampaikan bahwa gastritis atrofi akut bisa disebakan komplikasi kanker. gastritis atrofi merupakan jenis dari grastritis yang muncul disebabkan adanya peradangan pada lapisan perut dengan jangka yang panjang.

Kondisi tersebut dapat terjadi disebabkan adanya infeksi bakteri yang sebabkan gastritis, anemia pernisiosa atau penyakit autoimun. Namun masih belum diketahui dengan pasti bagaimana gastritis bisa sebabkan penyakit kanker. Akan tetapi, para riset mempunyai pendapat bahwa peradangan di lambung bisa sebabkan sel-sel pada jaringan lambung jadi abnormal.

2. Anemia

Komplikasi gastritis yang telah memburuk akan dapat sebabkan anemia pernisiosa. Hal tersebut tandakan jumlah sel darah merah alami penurunan disebabkan usus yang telah terluka serta tidak bisa serap vitamin B12 dengan baik. Vitamin B12 merupakan komponen dalam pembentukan sel darah merah.

Ketika lapisan perut telah terluka, protein yang menjadi pengikat vitamin B12 tidak dapat produksi dengan maksimal. Sehingga, produksi sel darah merah menjadi tidak cukup. Dengan begitu, akan menjadi kurangnya penyerapan pada B12 serta pendarahan yang sebabkan penyakit anemia pernisiosa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *