Komplikasi jantung yang dapat berakibat fatal

Kardiovaskuler atau penyakit jantung yang bertanda ada masalah di struktur dan fungsi jantung serta pembuluh darah pada sekitarnya. Bila kalian didiagnosis alami penyakit yang satu ini, mungkin dokter akan rekomendasi kalian untuk konsumsi obat seperti warfarin, heparin, atau valsartan. Kalian juga perlu dalam menjalankan prosedur medis serta mengubah gaya hidup kalian yang sampaikan oleh dokter. Bila kalian tidak melakukannya, penyakit jantung tersebut bisa menjadi lebih parah dan juga bisa sebabkan komplikasi.

Komplikasi adalah gangguan yang akan bisa muncul pada penyakit tertentu menjadi lebih parah dari kondisi pada sebelumnya. Hal tersebut dapat terjadi untuk semua jenis dari penyakit, seperti pada penyakit kardiovaskuler.

Umumnya, hal ini bisa ditandai dengan semakin parahnya penyakit jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas. Dapat juga sebabkan gejala lebih menjadi lebih sering dan juga bisa timbulkan gejala baru yang sangat menggangu.

Sebenarnya penyebab terjadinya komplikasi pada penyakit jantung ini bisa dikarenakan tidak patuhnya pasien dengan ikuti perawatan serta pengobatan. Seperti penderita penyakit jantung yang masih merokok, melanggar pantangan makanan, malas berolahraga, atau pasien yang tidak minum obat dengan teratur.

Seperti yang dilansir dari situs Mayo Clinic bahwa ada beberapa komblikasi yang bisa menyerang penderita kardiovaskuler seperti sebagai berikut ini:

1. Henti jantung

Henti jantung ditandai dengan berhenti fungsi jantung, dengan begitu sebabkan kehilangan kesadaran dan gangguan pada pernapasan. Kondisi tersebut sering terjadi dikarenakan adanya gangguan litrik pada jantung dengan begitu membuat kerja organ dalam memompa darah mengalami gangguan dan hentikan alirah darah ke jantung. Henti jantung adalah kondisi yang sangat darurat sebab jika tidak ditangan dengan segera bisa sebabkan kematian.

2. Gagal jantung

Gagal jantung kongestif atau yang sering disebut dengan gagal jantung terjadi pada saat otot jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Kondisi tersebut dikarenakan penyempitan pada pembuluh arteri pada jantung atau tekanan darah tinggi ( hipertensi) yang hari demi hari semakin memburuk, membuat otot pada jantung menjadi kaku dan lemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *