Pahami Apa Itu Eksibisionis dan Cara Mengatasinya


Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa kali di berita dan di media sosial tentang segelintir kasus eksibisionis yang meresahkan publik. Pelaku sengaja memperlihatkan alat kelaminnya kepada korban, dari tempat yang sepi hingga tempat umum dengan jumlah orang yang relatif banyak. Namun, tidak semua orang mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan eksibisionisme, sehingga penyimpangan seksual ini harus dipahami agar tidak muncul kemungkinan kasus lain.

Apa yang dimaksud dengan ekshibisionis?

Eksibisionisme berasal dari kata eksibisionisme, suatu kondisi yang ditandai dengan dorongan, fantasi, dan tindakan untuk menunjukkan alat kelamin kepada orang asing tanpa persetujuan orang tersebut.

Ekshibisionis memiliki keinginan yang kuat untuk diamati oleh orang lain dalam aktivitas seksual. Sayangnya, hal ini justru bisa membuat mereka semakin terangsang secara seksual.
Kondisi ini termasuk dalam gangguan paraphilia atau disfungsi seksual.

Ekshibisionis suka mengejutkan korbannya. Namun, eksibisionis umumnya terbatas untuk menunjukkan alat kelamin. Kontak seksual langsung dengan korban jarang terjadi, tetapi pelaku dapat melakukan masturbasi sambil mengekspos dirinya dan mendapatkan kepuasan seksual dengan perilakunya.

Munculnya eksibisionisme biasanya dimulai pada masa remaja. Manual MSD menunjukkan bahwa kebanyakan pelanggar menikah secara mengejutkan, tetapi pernikahan mereka sering bermasalah. Pelaku sering menunjukkan alat kelaminnya kepada remaja, dewasa, atau keduanya.

Mengatasi eksibisionis

Kebanyakan orang dengan gangguan eksibisionistik tidak mencari dan menerima pengobatan sampai mereka ditangkap oleh pihak berwenang. Jika Anda atau seseorang yang dekat dengan Anda memiliki atau menunjukkan tanda-tanda gangguan eksibisionis, pengobatan dini diperlukan. Perawatan umumnya meliputi:

Psikoterapi

Penelitian menunjukkan bahwa terapi perilaku kognitif efektif dalam mengobati gangguan eksibisionistik. Pendekatan psikoterapi lain yang mungkin termasuk pelatihan relaksasi, pelatihan empati, strategi koping.

obat – obatan

Selain psikoterapi, obat-obatan juga dapat digunakan untuk membantu mengobati eksibisionis. Obat ini dapat memblokir hormon seks, mengurangi hasrat seksual. Obat ini mungkin leuprolide dan medroxyprogesterone acetate.

Pamer harus mendapatkan persetujuan dokter sebelum mengambil obat ini. Dokter akan melakukan tes darah secara teratur untuk memantau efek obat pada fungsi hati. Selain itu, dokter juga akan melakukan tes lain untuk mengukur kadar testosteron.

Grup pendukung

Selain psikoterapi dan pengobatan, eksibisionis juga menerima kelompok pendukung atau konseling kelompok. Konseling ini melibatkan orang-orang yang memiliki masalah yang sama, tetapi juga dapat melibatkan profesional kesehatan mental.
Kelompok ini bertujuan untuk saling mendukung agar perilaku menyimpang dapat segera dihilangkan.

Terapi kelompok benar-benar dapat membantu pelaku untuk pulih dengan cepat, karena dapat mendorong mereka untuk berhenti dari kebiasaan buruk mereka sehingga mereka dapat diterima oleh masyarakat ketika kehidupan mereka kembali normal.

Tinggalkan Balasan