Resiko Malas Mandi Walaupun Sedang Masa Pandemi


Setiap orang memiliki kebiasaan mandi yang berbeda-beda. Mandi biasanya dilakukan di awal dan akhir hari, namun terkadang malas mandi bisa datang tiba-tiba. Topik ini semakin menarik karena saat bekerja dari rumah atau WFH di tengah pandemi, mandi mungkin tidak lagi menjadi prioritas. Begitu juga dengan setiap aktivitas, cuaca dan kondisi kulit.

Apa saja risiko malas mandi?

Di sisi lain, kemalasan untuk mandi misalnya saat WFH tidak harus ke kantor juga membawa risiko. Terutama terkait dengan kebersihan pribadi. Beberapa risiko yang mungkin timbul adalah:

Keringat yang tidak stabil

Kelenjar keringat terdapat di seluruh tubuh. Produksi kelenjar keringat akan lebih banyak jika Anda sedang kepanasan, stres, aktif secara fisik atau dipengaruhi oleh faktor hormonal. Keringat berlebih yang tidak tersapu dengan mandi ini dapat mempengaruhi kenyamanan dan kebersihan tubuh.

Bau Badan

Masih terkait dengan produksi keringat, penyebab bau badan saat bertemu bakteri di permukaan kulit. Jangan salah, bau badan ini akan tetap muncul meski Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Tak heran jika bau badan juga hadir, terutama di ketiak dan paha bagian dalam.

Akumulasi sel kulit mati

Bagi penderita masalah kulit seperti dermatitis, eksim dan psoriasis, hal ini bisa menjadi pemicu kondisi yang lebih serius. Tidak hanya itu, malas mandi juga bisa menyebabkan jerawat tumbuh karena pori-pori tersumbat oleh minyak, debu, keringat dan sebum.

Bakteri Tidak Seimbang

Akan selalu ada bakteri di permukaan kulit. Sayangnya, mandi malas dapat mengganggu keseimbangan antara bakteri baik dan jahat. Faktanya, terlalu banyak bakteri jahat meningkatkan risiko infeksi kulit.

Contohnya adalah dermatitis negacia, munculnya plak pada kulit akibat tidak membersihkan tubuh dengan baik. Bintik-bintik ini cukup tebal dan terlihat seperti tumpukan kulit pecah-pecah.

Hiperpigmentasi

Jangan lupakan risiko malas mandi, yakni munculnya hiperpigmentasi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, mandi menghilangkan sel kulit mati. Namun jika diabaikan, sel kulit mati akan menempel pada kulit dan menyebabkan hiperpigmentasi.
Ciri utama hiperpigmentasi adalah penggelapan kulit. Bentuknya mulai dari flek hitam, flek, hingga melasma.

Kapan mandi berlebihan itu buruk?

Mandi merupakan salah satu cara untuk menjaga kebersihan tubuh. Peradangan kulit, seperti eksim, dapat terjadi karena mandi menghilangkan kelembapan alami kulit. Parahnya, kulit bisa pecah-pecah, perih dan terlihat merah.

Juga ingat bahwa mandi terlalu sering pada pasien psoriasis juga dapat menghilangkan bakteri baik dari permukaan kulit. Ini membuka kemungkinan infeksi.

Selain itu, mandi terlalu sering tidak dianjurkan dalam cuaca dingin. Kulit cenderung menjadi lebih kering dan terlalu banyak mandi dapat memperburuk kondisi.

Tinggalkan Balasan